Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan
Membangun kemandirian pangan untuk ketangguhan iklim, dari tapak sampai ke lanskap
Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan (KISPB) adalah forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, dan khususnya generasi muda untuk urun gagasan demi mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia. Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan sebagai bagian dari riset-aksi Sustainable Landscape for Climate Resilient Livelihood (Land4Lives), yang dilaksanakan oleh Landscape Alliance dengan kerja sama pemerintah Kanada.
Pelaksanaannya melibatkan kerja sama erat dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT, Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan, serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sumatera Selatan.
Latar Belakang
Ketahanan pangan di Indonesia menghadapi tantangan dari perubahan iklim, degradasi ekosistem, dan kerentanan ekonomi lokal. Cuaca ekstrem yang sulit diprediksi serta lonjakan bencana hidrometeorologi tak hanya berdampak pada produktivitas pertanian, tetapi juga seluruh rantai distribusi pangan. Karena itu, isu pangan tidaklah cukup diselesaikan melalui peningkatan produksi di hulu. Pangan perlu dipandang sebagai sistem kompleks yang mencakup keterjangkauan, gizi seimbang, kesetaraan gender, dan pengelolaan bentang lahan (lanskap).
Berbagai praktik baik, inovasi teknologi, dan pembelajaran berharga dari lapangan telah mendukung pendekatan ini. Namun, sebagian besar masih berjalan sendiri-sendiri, tanpa koordinasi, dan belum terdokumentasi secara ilmiah. Akibatnya, akumulasi pengetahuan lokal ini gagal memengaruhi kebijakan pembangunan daerah maupun nasional secara signifikan. Suatu ruang diseminasi ilmiah amat diperlukan untuk menghubungkan aksi lokal di tingkat tapak dengan program di tingkat lanskap, bahkan nasional.
Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan hadir untuk tujuan itu. Forum multi-sektor lintas disiplin ini merumuskan rekomendasi kebijakan, serta memperkuat tata kelola bentang lahan yang adaptif iklim demi mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia, dengan mengusung prinsip integratif, inklusif, dan berbasis bukti (evidence-based).
Forum diskusi berbasis bukti (evidence-based) yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemerintah untuk membedah isu strategis ketahanan pangan. Melalui sistem call for abstracts, karya terpilih hasil riset dan inovasi lapangan akan dipresentasikan secara oral atau poster, serta didokumentasikan dalam prosiding resmi ber-ISBN.
Media diseminasi interaktif yang dirancang untuk mendorong pertukaran ide dan inovasi, khususnya bagi mahasiswa dan peneliti muda. Karya yang lolos seleksi abstrak akan dipamerkan sepanjang konferensi dan dipresentasikan secara singkat di hadapan audiens serta dewan penilai untuk ruang pembelajaran bersama.
Forum dialog inklusif lintas generasi yang mempertemukan mahasiswa, peneliti, praktisi, dan pemangku kebijakan dalam ruang percakapan yang setara. Menempatkan mahasiswa universitas setempat sebagai pemikir aktif, perwakilan terpilih yang lolos seleksi esai akan menyampaikan gagasan kritis dan segar demi tantangan pangan masa depan.
Makalah dan poster ilmiah yang dipaparkan akan dikelompokkan ke dalam rumpun tema utama guna memastikan analisis yang komprehensif:
Adaptasi sistem pangan di wilayah semi-arid, pangan lokal non-padi (sorgum, jagung, umbi-umbian), dan optimalisasi lahan kering melalui agroforestri tradisional.
Ketahanan pangan di lumbung pangan nasional, pergeseran musim, perlindungan LP2B dari alih fungsi lahan, dan penguatan rantai pasok inklusif.
Ketahanan pangan di ekosistem gambut, pencegahan karhutla berbasis komunitas, dan agroforestri komoditas unggulan (kopi, karet, sawit rakyat) yang ramah iklim.
Perhatikan jadwal untuk masing-masing lokasi konferensi agar Anda tidak melewatkan kesempatan berpartisipasi.
Para pakar dan pemangku kebijakan yang akan menyampaikan paparan ilmiah dan sambutan resmi pada konferensi ini.
Beberapa pertanyaan umum seputar pendaftaran, abstrak, dan pelaksanaan konferensi.
Sangat bisa. Penulis utama dapat dituliskan dibagian “Penulis Utama”, sedangkan tim atau co-author dapat dituliskan dalam “Penulis Pendamping”.
Tidak ada biaya yang perlu dibayarkan untuk submit abstrak.
Kami memprioritaskan peneliti muda atau mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan ini hingga seminar.
Sangat bisa. Silahkan disubmit pada form pendaftaran yang berbeda.
Biaya mengikuti konferensi secara luring sepenuhnya diserahkan kembali kepada peserta.
Kegiatan ini sangat terbuka bagi siapapun selama abstrak yang dikirimkan sesuai dengan ketentuan.
Penilaian abstrak akan dilakukan oleh panelis atau pakar, silahkan mengirimkan abstrak sesuai dengan tema Lokasi dan 4 tema utama.
Semua peserta yang melakukan presentasi oral dan poster akan menerima sertifikat.
Makalah akan diterbitkan dalam bentuk prosiding ber-ISBN.